Salah satu cara untuk mendapatkan tambahan uang dan untuk mempersiapkan masa depan adalah berinvestasi. Investasi itu ada banyak jenisnya, ada investasi properti (tanah dan bangunan), emas, saham, komoditi, dan forex. Investor (orang yang melakukan investasi) bisa memilih jenis investasi sesuai kemampuan dan kebutuhan. Berinvestasi itu sendiri sangat menyenangkan karena menguntungkan. Sebagai contoh, jika tahun 2016 yang lalu, Anda menginvestasikan uang Anda untuk membeli satu suku emas seharga 3,1-3,2 juta rupiah dan tahun 2017, Anda ingin menjual emas tersebut, Anda bisa mendapatkan untung ratusan ribu rupiah karena harga emas saat ini berada di kisaran 3,5 juta rupiah. Karena keuntungan inilah, sudah ada banyak orang yang melakukan investasi.

Apakah Anda tertarik untuk menginvestasikan uang Anda? Jika iya, hati-hati dengan investasi bodong di mana Anda akan diiming-imingi keuntungan yang besar dalam waktu singkat, padahal semuanya hanya omong kosong belaka. Setelah mendapatkan banyak investor, perusahaan tempat Anda menginvestasikan dana tersebut menghilang entah kemana sambil membawa lari semua dana yang sudah terkumpul. Anda tentu tidak mau hal ini terjadi, bukan? Oleh sebab itu, lakukan hal-hal berikut:

Cari tahu mekanisme dan proses investasi

Selain mencari tahu keberadaan perusahaan sebenarnya, cari tahu pula mekanisme dan proses investasi yang mereka lakukan seperti apa. Perlu diketahui bahwa tidak ada investasi yang sifatnya instan, kecuali forex. Namun, forex tidak langsung pula memberikan keuntungan besar jika tidak menerapkan strategi yang efektif dan efisien. Selain itu, forex trading juga berisiko tinggi untuk mengalami kerugian. Untuk itu, bisa disimpulkan bahwa tidak ada investasi yang sifatnya instan. Seandainya, perusahaan mengatakan bahwa Anda bisa langsung mendapatkan keuntungan di hari pertama Anda menyetor uang kepada mereka, hati-hati karena ini adalah modus dari investasi bodong. Sebagai contoh, jika Anda menginvestasikan uang sebesar 1 juta rupiah dan kemudian mereka memberikan keuntungan sebesar 300 ribu rupiah di hari yang sama, Anda wajib mengkhawatirkan hal tersebut karena bagaimana bisa di hari yang sama investasi Anda bisa langsung berjalan. Mereka pun biasanya akan menjanjikan keuntungan yang lebih besar lagi seadainya Anda mau mengeluarkan uang lebih banyak lagi.

Tanyakan sudah berapa banyak investor yang bergabung

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dan dicermati adalah jumlah investor yang sudah bergabung dengan mereka. Jika jumlahnya sudah ribuan, besar kemungkinan bahwa perusahaan tersebut bukan abal-abal. Namun, jangan langsung percaya begitu saja dengan data mentah yang mereka berikan. Anda harus mengecek secara langsung atau setidaknya menghubungi beberapa nama investor yang sudah tertera untuk memastikan apakah mereka benar-benar investor atau bukan. Bisa saja data tersebut hasil manipulasi dan ketika Anda menghubungi orang yang sudah terdaftar tenyata mereka tidak benar-benar ada. Rekayasa data seperti ini harus diwaspadai agar tidak tertipu. Selain itu, jika jumlah investor mereka masih belasan atau puluhan, Anda pun wajib mengkhawatirkan dan mewaspadai hal ini karena ada kemungkinan pula bahwa perusahaan tersebut melakukan investasi bodong.

Lihat surat izin perusahaan

Hal terakhir yang perlu dilakukan sebelum benar-benar menginvestasikan uang Anda adalah melihat surat izin perusahaan. Jika mereka memang perusahaan profesional dan legal, tentu mereka memiliki izin usaha. Sebaliknya, jika mereka hanya perusahaan abal-abal, mereka dengan berbagai alasan akan beralibi bahwa surat izin mereka belum dibuat, masih dalam proses pembuatan, hilang, dan lain sebagainya. Jika mereka tidak dapat menunjukkan surat izin yang jelas dan asli, sebaiknya jangan berinvestasi di tempat tersebut karena itu sudah mengindikasikan bahwa mereka bukan perusahaan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *