Tag : Rumah Seken

Berbagai Kelemahan Membeli Rumah Seken

beli Rumah SekenSebelum memikirkan pembelian mobil mewah, jauh lebih disarankan jika mengusahakan memiliki rumah sendiri. Ketika sudah menikah, Anda bisa langsung memboyong istri tinggal ke rumah sendiri. Bagi Anda yang telah berkeluarga, Anda dapat memberikan tempat tinggal yang aman & nyaman untuk keluarga. Dari sekian banyak cara untuk memiliki rumah sendiri, pembelian rumah seken menjadi cara yang cukup banyak dipilih oleh sebagian orang. Tertarik membeli rumah seken? Rumah seken memang punya daya pikat tersendiri, hal ini karena alasan-alasan berikut:

  • Bangunan sudah bisa langsung ditempati setelah transaksi pembelian usai dilakukan.
  • Lingkungan sosial yang telah terbentuk, seperti halnya sistem keamanan, tempat ibadah, dsb.
  • Infrastruktur umumnya sudah tersedia mulai dari jalanan aspal, sambungan listrik, air, dll.
  • Penawaran dengan harga sesuai kantong bisa dilakukan dengan pemilik rumah.

Terlepas dari keunggulan ini, membeli rumah seken juga memiliki kelemahan. Adapun kelemahan-kelemahan membeli rumah seken sebagai berikut:

Pilihan terbatas

Kalau Anda memilih metode kepemilikan rumah indent, Anda akan diberikan konsep oleh pengembang. Jika mungkin, konsep tersebut bisa diubah sesuai keinginan. Kalau membeli rumah jadi, pilihannya sangat beragam mulai dari ukuran sampai dengan desain rumah. Hanya tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan Anda. Begitu pula ketika Anda memilih untuk membangun rumah sendiri, Anda bisa menyesuaikan tata letak hingga model rumah sesuai kebutuhan. Sayangnya, ini tidak Anda dapatkan ketika memilih untuk membeli rumah seken. Sebab, rumah seken pilihannya terbatas. Hanya mereka yang ingin menjual rumahnya karena akan pindah ke luar kota untuk urusan pekerjaan, membeli rumah baru, atau ada problem ekonomi saja.

Kualitas bangunan terkadang sudah tidak bagus

Rumah yang sudah berusia puluhan tahun, dari sisi kualitas bisa dikatakan sudah tidak bagus. Jika material bangunan yang digunakan merupakan kayu, kemungkinan lantai dan dinding sudah rapuh. Untuk keamanan Anda & keluarga, Anda harus memperbaikinya secara total (kalau materialnya dari batu bata & semen, kemungkinan hanya perbaikan sebagian). Jika atap rumah sudah pada bolong, Anda juga harus memperbaiki atau bahkan menggantinya agar tidak kebocoran saat hujan turun. Belum lagi jika masalah lainnya seperti westafel & wc yang mampet tentunya harus Anda perbaiki untuk kenyamanan keluarga. Kalau desain bangunan rumah seken yang dibeli dirasa telah ketinggalan zaman, Anda terpaksa merenovasinya. Artinya, pengeluaran untuk membeli rumah seken bakal lebih besar karena harus mengalokasikan dana untuk perbaikan rumah guna keamanan & kenyamanan anggota keluarga.

Jika Anda merasa merugi membeli rumah seken, cari alternatif lainnya yakni membeli rumah indent, rumah yang masih dalam bentuk konsep & akan dilakukan pembangunan jika telah memberikan sekian persen dari total harga yang ditawarkan pengembang. Bisa juga membeli rumah jadi, rumah yang bisa ditempati & bisa memanfaatkan KPR. Bisa juga dengan pembangunan rumah sendiri, rumah yang dari dari pengurusan IMB, pembelian bahan baku, sampai pengawasan pengerjaan dilakukan sendiri jika tidak menggandeng arsitek & kontraktor. Apabila Anda tetap bersikeras membeli rumah seken, pastikan untuk melakukan ini:

  • Tanyakan dokumen rumah. Pastikan dokumennya lengkap dan pastinya tidak terlibat sengketa.
  • Cek kualitas bangunan. Ajak konsultan bangunan untuk mengecek apakah rumah seken tersebut layak dibeli dengan harga yang ditawarkan atau tidak.

Apapun pilihan Anda, semoga menjadi keputusan yang terbaik bagi Anda & keluarga 😀